Kenali Ciri, Resiko dan Penanganan Hamil Anggur

Hamil anggur merupakan kondisi kehamilan yang ditakuti oleh para ibu hamil. Fenomena hamil anggur ini banyak terjadi di masyarakat. Banyak mitos yang mengatakan bahwa hamil anggur terjadi karena dibuahi oleh gendruwo atau mahluk halus lainnya, namun hamil anggur ini sebenarnya ada dalam ranah kesehatan. Hamil anggur atau biasa dikenal dengan mola hidatidosa sebenarnya merupakan kehamilan yang normal, dimana ibu hamil akan mengalami gejala hamil pada umumnya seperti morning sickness, tidak menstruasi, dan tes kehamilan yang menunjukkan tanda positif. Namun pada ibu hamil yang mengalami hamil anggur ini gejala kehamilannya terasa lebih berat ketimbang hamil normal pada umumnya.

Hamil anggur adalah keadaan dimana cikal bakal janin yang berada dalam kandungan tidak berkembang sebagaimana mestinya atau malah mandeg sama sekali. Calon janin yang mengalami berhenti berkembang itu digantikan oleh perkembangan plasenta yang tidak normal sehingga mengakibatkan munculnya gelembung-gelembung berisi air yang bentuknya mirip dengan buah anggur. Tak heran jika kondisi kehamilan seperti ini disebut hamil anggur. Hamil anggur dapat juga berkembang menjadi sebuah tumor jinak dan tumor tersebut jika dibiarkan akan menjadi ganas dan berbahaya bagi kesehatan ibu hamil. Oleh karena itu kondisi hamil anggur ini harus segera diketahui agar dapat ditangani oleh dokter ahli.

hamil anggur artinyaGejala dan ciri awal hamil anggur tidak terdeteksi dengan mudah, karena sangat mirip dengan hamil biasa. Pada awalnya ibu akan mengalami mual dan muntah, lalu rahim pun membesar dengan cepat. Yang membedakan dengan hamil biasa, hamil anggur ini rahim bergerak sangat cepat sehingga perut membesar lebih cepat dari yang seharusnya. Kemudian ibu hamil akan sering mengalami pendarahan yang disertai dengan gelembung-gelembung air yang mirip dengan buah anggur. Hal ini sudah menjadi pertanda ada yang kurang beres dengan kehamilan tersebut, ditambah dengan gerakan janin yang tak dapat dirasakan oleh sang ibu padahal umur kehamilan sudah semakin besar. Jika mengalami kondisi demikian sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Ibu hamil yang memiliki resiko terkena hamil anggur adalah mereka yang berumur kurang dari 20 tahun atau lebih dari 30 tahun saat pertama kali hamil. Selain itu ibu dengan riwayat hamil anggur lebih beresiko mengalami hamil anggur lagi pada kehamilan berikutnya. Penanganan untuk hamil anggur ini dilakukan dengan cara kuret untuk membersihkan bagian rahim yang terdapat tumor jinak. Seminggu kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan lagi untuk melihat apakah kondisi rahim sudah benar-benar bersih. Memastikan rahim dalam keadaan bersih sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya hamil anggur pada kehamilan berikutnya. Selain itu bagi ibu hamil penderita hamil anggur yang sudah tidak ingin hamil lagi, dokter dapat melakukan bedah pengangkatan rahim.

Kenali Ciri, Resiko dan Penanganan Hamil Anggur | posted by admin | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by WP-CopyRightPro