Bercinta Secara Aman Saat Hamil

Banyak pro dan kontra yang bertebaran seputar melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa pendapat mengatakan bahwa ml saat hamil berbahaya untuk keselamatan janin. Namun pendapat lain mengutarakan berbagai manfaat bila melakukan hubungan seksual saat sedang hamil. Jadi sebenarnya apakah bercinta saat hamil diperbolehkan?

Melakukan hubungan seksual pada saat hamil dapat dilakukan dengan tetap melakukannya secara benar sehingga keselamatan janin tetap dapat dijamin. Hubungan seksual dapat dilakukan pada trimester pertama hingga ketiga, tergantung kenyamanan ibu hamil.. Kapanpun melakukannya, tetap prioritaskan keselamatan janin.

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan hubungan seksual pada masa kehamilan. Salah satu manfaatnya adalah membuat kondisi psikis ibu hamil tetap terjaga. Pada saat orgasme, tubuh akan mensekresi berbagai hormon seperti oksitosin dan endorfin yang memberikan rasa nyaman dan senang. Menjaga kondisi psikis ibu tetap terjaga dapat memberikan lingkungan yang sehat bagi janin dan memberikan energi positif bagi ibu dan janin. Hormon adrenalin juga akan mengalami peningkatan, sehingga denyut jantung meningkat dan dapat memperlancar sirkulasi darah. Darah merupakan pembawa nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh ibu dan janin.

Ml saat hamil mudada pat dilakukan selama memperhatikan keamanan janin. Posisi saat melakukan hubungan seksual harus diperhatikan agar tidak menekan dan membahayakan janin. Bercinta dalam posisi ibu yang sedang duduk dapat menjadi pilihan yang tepat. Beberapa posisi berikut dapat menjadi pilihan bila hendak melakukan hubungan seksual pada saat hamil :

ml saat hamil

• Berbaring menyamping menghadap satu arah
Pada posisi spooning ini, pria dan wanita berbaring menyamping menghadap satu arah ke samping atau tidur miring dengan pria berada di belakang wanita. Penetrasi dapat dilakukan dari arah belakang sehingga aman bagi janin.
• Bercinta dalam posisi duduk
Pada posisi ini, pria memangku wanita. Posisi ini aman dilakukan saat masa kehamilan masih muda atau sudah tua karena tidak ada penekanan yang diberikan ke arah perut, sehingga aman bagi janin.
• Wanita berada di atas
Pada posisi ini, wanita akan memegang kendali selama bercinta. Pria akan berbaring sedangkan wanita akan duduk di atas. Posisi ini cukup aman untuk dilakukan.

Meski dilakukan dengan posisi yang aman, suami istri harus mengenal kondisi-kondisi apa saja yang mengharuskan menghentikan kegiatan bercinta selama hamil. Kondisi-kondisi tersebut diantaranya :
• Bila terjadi pendarahan pada vagina
• Jika terjadi masalah pada plasenta. Jika sebagian atau seluruh plasenta menutupi rahim yang terbuka, berhubungan seksual akan mengakibatkan pendarahan dan kelahiran prematur.
• Jika rahim bermasalah.Melakukan hubungan seksual pada kondisi ini akan menyebabkan rahim terbuka dan mengakibatkan kelahiran prematur.
Ml saat hamil tuasebaiknya dikurangi atau dihindari karena pada masa kehamilan yang sudah tua, tubuh ibu akan mudah lelah. Bila tetap ingin melakukannya, lakukan dengan perlahan.

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan hubungan seksual saat hamil. Namun satu hal yang perlu diingat adalah bahwa keamanan janin harus diutamakan. Lakukan ml saat hamil dengan cara yang benar.

Bercinta Secara Aman Saat Hamil | posted by admin | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by WP-CopyRightPro