Anemia Pada Ibu Hamil, Penyebab dan Dampaknya

Anemia pada ibu hamil merupakan suatu keniscayaan karena semua pasti pernah mengalaminya. Anemia tersebut disebut fisiologis karena terjadi secara alami. Manfaat anemia ketika hamil adalah untuk mencegah kematian ibu karena kekurangan darah. Yah, perdarahan merupakan ancaman besar pada semua ibu hamil. Ketika terjadi perdarahan, yang banyak keluar adalah bagian plasmanya sedang eritrosit yang punya fungsi vital tetap ada di dalam darah. Dengan alasan inilah seorang ibu hamil masih bisa diselamatkan ketika terjadi perdarahan, utamanya saat menjalani proses persalinan.

Penyebab dan Prosesnya

Anemia bisa disebabkan oleh banyak hal, tapi untuk wanita yang sedang hamil ini merupakan jenis kurang zat besi. Kondisi anemia atau tidak bisa diketahui dari kadar hemoglobin dalam darah. Jika hemoglobin kurang dari kadar normal, maka ibu dikatakan menderita anemia. Anemia ketika ibu sedang mengandung menurut depkes terjadi bila kadar haemoglobin dalam darah seorang ibu hamil kurang dari 11gr%. Pada kondisi normal (tidak hamil) kadar hemoglobin yang dikatakan sehat adalah 12 gr%. Jika HB ibu kurang dari 11 gr%, maka akan timbul beberapa gejala seperti pusing, lemah, lesu, dan lunglai. Memang pada awal kehamilan kondisi ibu lebih lemas dan lesu, tapi masih bisa beraktivitas dengan normal. Tapi, bila ibu sulit berjalan, sempoyongan, mata berkunang-kunang, penglihatan agak kabur, dan sebagainya perlu diperhatikan dengan seksama. Seharusnya ada pemeriksaan pada trimester awal kehamilan untuk mengetahui kadar hemoglobin ibu hamil dan melakukan tindakan cepat untuk mengembalikan kesehatan ibu.

Cara Mencegah

anemia pada ibu hamil

Bila hemoglobin ibu hamil terlalu rendah, maka akan terjadi bahaya kehamilan. Resiko keguguran menjadi lebih besar atau akan terjadi kecacatan pada janin. Darah sangat diperlukan untuk mengangkut sari makanan dan oksigen, bila ibu menderita anemia, maka distribusi bahan yang sangat vital untuk kehidupan itu akan terhenti. Nah, untuk mencegah anemia pada ibu hamil menurut WHO ini diperlukan makanan yang mengandung zat besi. Contoh makanan tersebut adalah sayur bayam dan daging. Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi sangat disarankan, tapi seringkali ibu hamil pada trimester satu mengalami mual-muntah sehingga tidak bisa banyak mengonsumsi makanan. Nah, Anda bisa menggantinya dengan kapsul tambah darah. Hanya saja rasanya memang sedikit tidak enak.

Anemia kurang besi ini akan terus terjadi hingga trimester ketiga kehamilan. Pada usia kehamilan menginjak 32 minggu, anemia akan menjadi tambah parah sehingga ibu perlu mendapatkan tambahan asupan zat besi dalam bentuk kapsul. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada saat persalinan sehingga memastikan kalau ibu tidak mengalami anemia sangatlah penting. Perlu diingat bahwa anemia pada ibu hamil menyebabkan sejumlah hambatan dalam tumbuh kembang dan ancaman kematian ibu sendiri.

Anemia Pada Ibu Hamil, Penyebab dan Dampaknya | posted by admin | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by WP-CopyRightPro